Minggu, 06 September 2009

VirtuV T288: Hape TV berbodi bongsor, suara nyaring


Tampilan layar depan T288 mirip home screen di Symbian. Karena ini layar sentuh, icon-icon di home screen bisa ditotol lewat stylus. Navigasi pun benar-benar hanya untuk mengarahkan; tak dibebani tugas pintasan ke aplikasi. Cara mengunci keypad agak unik: pencet end call lalu call atau *. Tapi untuk membukanya, pencet menu kanan lalu call atau #. Keypad agak keras.



Audio Player

Meski dobel GSM dan TV/Radio merupakan fasilitas unggulan, namun agaknya T288 berkonsentrasi pada Audio Player. Perhatikan adanya 3 tombol player di kiri bodi. Lalu VirtuV menempatkan icon Audio Player di menu utama; selain dalam Multimedia. Memang tak ada yang luar biasa pada setting yang tersedia, namun lumayan lengkap. Ada Lyrics Display, Sounds effects maupun Bluetooth Stereo Output dan Headset.

Selain spiker di belakang bodi, T288 punya jack 3.5mm di sisi bawah bodi. Suara spikernya dijamin nyaring. Tombol voume 2-arah di kanan bodi mudah dijangkau. Yang paling menarik adalah seluruh opsi Equalizer bisa disetel ulang.



TV dan FM Radio

Keduanya akan kita temukan dalam Multimedia. Antena ada di siku kiri atas. Setting di FM Radio sangat simpel, hanya Channel List, Manual Input, Preset Auto Search dan Background Play. Yang menarik dicatat adalah kita bisa menyimpan sampai 30 slot stasiun radio favorit.

TV bisa menyimpan sangat banyak saluran di Channel List. Di sini setting-nya juga simpel, hanya ada Select Area, Channel List, Channel, Search dan Rec. Yang terakhir ini yang penting, karena dipakai untuk merekam siaran favorit. Oya, kita juga bisa memotret siaran tv hanya dengan memencet tombol kamera.



Kamera

Kamera 1.3MP di belakang bodi disertai lampu; kamera sekunder di kanan atas layar. Tombol kamera ada di kiri bodi pada posisi portrait. Awalnya, ini terasa janggal bagi kami untuk memencet tombol kamera pakai jempol ketika memotret pada kondisi landscape. Dengan 1,3MP, kualitas fotonya standar saja.

Image Size maksimal adalah 1280x1024 (640x480 untuk lensa sekunder). Di Video Recorder hanya disediakan Video Quality untuk Video Setting. Video yang sedang dimainkan di Video Player juga bisa dipotret.



Dobel GSM

Di layar, nama operator SIM 1 ada di atas nama operator SIM2. Virtuv menyiapkan 2 tombol Call. T288 punya Anti Stolen Setting (anti maling); pengaturannya tersimpan di Settings > Security Setup > Anti Stolen Setting. Sedangkan BlackList ada di Call center > General call settings, SIM1 call settings atau SIM2 call settings. Jika kemampuan Copy All antar SIM tak lagi luar biasa, di sini ada sesuatu yang baru: Copy All dari TF ke hape dan sebaliknya. Tapi di TF hanya bisa disimpan 200 entri.

Sabtu, 05 September 2009

Nexian NX-G911: Bundling, Banyak Bonus dan Online...Online...

Ikutan tren positif memang tak ada salahnya. Tak terkecuali, operator Indosat yang langsung tanggap begitu melihat celah ekonomis di ceruk pasar hape facebook yang kini digemari masyarakat. Paket bundling dengan vendor lokal pun digarap, agar end user bisa online… online… online… online…….lewat Nexian NX-G911.



Desain

Sama dengan pendahulunya NX-G900 dan HT G30 Link, Nexian NX-G911 juga menyerupai hape papan atas dengan qwerty keypadnya. Meski agak tambun dibandingkan HT 30 Link keberadaannya tetap menarik untuk disejajarkan dengan pendahulunya, apalagi hape ini juga mengusung bundling dengan operator yang memiliki segmen anak muda relatif banyak.

Bermodalkan layar nan lega berukuran 1,75 inchi, NX-G911, dapat dengan nyaman dilihat displaynya, meski untuk kerapatan piksel belum maksimal, hanya 128×160 piksel. Menariknya, Indosat selaku operator sepertinya amat dominan pada project NX-G911. Ini terbukti, dengan terpampangnya logo Indosat di atas layar hape. Sedangkan logo nexian hanya tersembunyi di belakang, sejajar dengan lensa kamera dan speaker.

Hampir sama dengan dua seterunya, NX-G911 mengusung jaringan Dual GSM On, dengan tombol dialed calls yang bisa Anda gunakan di keypad hape sebelah kiri atas, berada di sebelah tombol home menuju main menu. Sementara di sebelah kanan, terdapat tombol back, dan shortcut menuju fitur perpesanan. Untuk tombol navigasi, dibuat agak bertekstur agar tidak licin dalam menggulirkan jari dalam memilih fitur. Terakhir yakni port USB sebagai charger dan colokkan headset terletak di tepi bawah hape.



Kamera

Berbekal kamera VGA 640x480, NX-G911 memiliki plus minus dibandingkan dengan HT G30 Link. Jika NX-G911menyediakan fasilitas zoom in dan zoom out, sedangkan G30 tidak menyediakan. Built in Flash pada G30 nempel di bodi bagian belakang hape, pada NX-G911tidak ada sama sekali. Nah, plus minus ini yang bisa membuat hasil akhir yang berbeda, meski keduanya memiliki kadar kualitas kamera VGA.

Lazimnya, hape dengan resolusi rendah yang kurang peka terhadap kondisi cahaya temaram harus disiasati dengan settingan yang hampir sama pada G30, Anda bisa langsung mulai melakukan settingan lewat kualitas gambar dengan memilih tinggi, dengan ukuran maksimal 640x480. Hasil akhir akan sedikit tertolong, bila Anda melakukan pemotretan di siang hari dengan kekuatan cahaya maksimal, namun jangan sekali-kali memotret pada malam hari, meskipun menggunakan modus malam, sebab hasilnya jauh dari harapan.



Aplikasi

Nah ini dia, yang memang jadi senjata utama program bundling Indosat, yakni aplikasi dengan kemurahan tarif dalam mengakses ke facebook, chating dengan Mig33, ataupun berselancar menuju situs-situs favorit dengan opera mini. Bayangkan untuk bundling-an totalnya, end user akan mendapat total bonus hingga 2 juta. Mau tau kok bisa banyak bener bonusnya, sebab kedua Simcard IM3 dan Mentari sudah nempel di slot kartu hape NX-G911.

Selain aplikasi di atas, NX-G911 menyediakan aplikasi tambahan berupa efek suara yang bisa dipakai ketika Anda melakukan panggilan, Ada suara bisingnya jalan, kegaduhan dalam sebuah restaurant, suara motor termasuk juga suara ketika sedang di pub. Nah, buat Anda yang suka untuk melakukan ‘manipulasi’ keberadaan Anda, Sinyal rasa aplikasi ini bisa dijajal. Caranya, Anda langsung saja masuk ke menu settings kemudian pilih settings telepon dan cari sub fitur suara latar. Jadi deh ngerjain orang…hehe..



Musik

Seperti hape keluaran Cina yang memiliki suara lantang dan keras, NX-G911 pun demikian. Tetapi bagi Anda yang menyukai suara lantang dan mengesampingkan suara natural, NX-G911bisa dijadikan alternative. Sebab Sinyal membuktikannya dengan memutar lagu bawaan dari hape tersebut dengan Saykoji sebagai artisnya. Alhasil, kualitas suara memang nyaring, namun kurang prima, jika ditilik dengan rivalnya masih agak lebih baik G30 keluaran HT.

Bukti lainnya, Anda tak akan menemui equalizeruntuk mengatur genre music. Otomatis, output suara menjadi monoton. Penolongnya, silahkan langsung saja Anda colokkan headset pada paket penjualan untuk mendapatkan sound quality ala NX-G911. Uniknya, untuk pengaturan volume tombol huruf I dan O ditugaskan untuk memperkecil dan memperbesar volume. So, bila Anda sudah dapatkan hiburan telinga, lengkap sudah koleksi hiburan di NX-G911.

Nokia 6700 Classic: Desain Cantik, Bahan Pilihan, Kamera Memadai


Akhirnya seri klasik hadir juga untuk kelas menengah-atas. Seperti Nokia klasik lainnya, hape ini kembali membawa ciri khas nilai-nilai kesederhanaan melalui fisiknya yang minimalis. Namun ketika berada dalam genggaman, maka Anda pun akan mengangguk setuju bahwa si klasik yang satu ini adalah hape yang memiliki cita rasa kelas atas. Inilah Nokia 6700 classic.

Sebenarnya apabila kita menoleh ke kurun satu tahun ke belakang, Nokia pernah juga meluncurkan satu senjata classic-nya untuk mengisi kelas premium ini yaitu 6220c. Sekarang harganya sudah menyentuh 2,8-an juta rupiah. Tapi sayang hape yang juga berbentuk candy-bar ini kurang sukses menembus pasar. Padahal sudah memiliki fitur dan sistem perangkat lunak paling lengkap dibanding hape-hape keluarga Nokia classic lainnya. Demikian juga, 6700c dijual sedikit lebih mahal tapi tetap saja tidak dipersenjatai fasilitas selengkap 6220c itu.

Lantas di mana bagusnya 6700c kalau tidak juga lebih canggih? Pertanyaan ini muncul juga di kepala kami ketika pertama kali menjumpai hape yang digelontorkan dua minggu lalu ini. Bahkan apabila kita mempertimbangkan faktor harga, dengan modal 3 jutaan bisa saja melirik E63 atau salah satu Nseries atau mungkin hape dari merek lain yang juga banyak menawarkan fitur lebih berkelas.

Tapi ketika bungkus 6700c ini diurai dan tubuhnya bersentuhan langsung dengan telapak tangan, barulah kami tersadar akan sosok si klasik yang satu ini. Dimensinya yang cukup mungil ternyata begitu kokoh. Desainnya memang tidak dikonsep mewah tapi anggun disertai elegan. Dan yang membangunkan rasa penasaran kami adalah bahan casingnya yang ternyata dari metal. Sementara di bodi belakang terukir tulisan: 5 megapiksel.



Desain dan Tombol

Karena casing terbuat dari bahan metal maka bobot hape ini menjadi cukup berat (116,5 gram). Tapi justru pada sisi fisik inilah nilai tawar yang diunggulkan oleh 6700c. Cangkangnya bukan dari logam standar, 6700c rupanya memilih jenis stainless steel yang dipercaya bisa kebal terhadap perubahan suhu dan antikarat. Dari sini kita bisa sedikit menyimpulkan bahwa hape ini akan memiliki daya tahan ekstra dalam urusan estetika.

Nokia 6700c yang kami uji adalah full-black, hampir sekujur bodi luarnya dipoles dengan warna hitam. Dimensinya cukup mungil dan tipis, hampir seukuran tipe 6300 tapi lebih kompak dan sangat kokoh. Sementara permukaannya yang halus tidak sampai membuatnya licin sehingga mantap dalam genggaman.

Secara keseluruhan desain hape ini memang tampak minimalis dengan tombol-tombol yang tersusun sangat rapih. Aura yang didapat adalah kalem dan dewasa dengan balutan warna hitam di sana-sini. Kesan premium sedikit terangkat melalui garis silver di sepanjang bodi samping dan navigasi D-pad di bawah layar.

Tombol-tombol menu dan angka-angka yang terususun di bawah layar menggunakan bahan plastik yang nyaman dalam urusan pencet-pencet. Di bodi samping hanya ditemukan tombol kamera dan volume. Tombol-tombol ini menggunakan bahan alumunium. Kami sedikit kecewa dengan tombol volume yang ternyata cukup keras.

Sementara lubang memori tambahan yang disisipkan di bawah penutup belakang sudah mendukung hotswap, dan untungnya tidak terhalang baterai, jadi untuk mengganti microSD bisa langsung tanpa perlu mematikan hape.

Tapi tunggu dulu, di mana kamera depan? Rupanya 6700c hanya memiliki sebuah kamera di bagian punggung. Artinya, fungsi panggilan videonya ternyata dipangkas.



Layar dan Perangkat Lunak

Hape ini tidak bisa disejajarkan dengan hape-hape smartphone karena tidak memiliki sistem operasi yang tangguh. Dan seperti yang bisa dilihat pada tabel spesifikasi, 6700c hanya menggunakan platform S40. Seperti yang kita tahu, sistem ini masih menyisakan kelemahan dalam hal mutitasking, meski di sisi lain memiliki keunggulan dalam kecepatan dan stabilitas.

S40 yang ditanamkan pada 6700c adalah edisi keenam. Ini adalah versi paling baru yang juga dipakai oleh 6303c. Ada beberapa peningkatan fitur yang kami rasakan pada platform ini, seperti browser yang sudah mendukung minimap, flaslite 3, menu homescreen, dan fasilitas 'finds on maps' untuk mencari koordinat lokasi alamat teman melalui phonebook.

Dalam hal antarmuka, 6700c yang mengadopsi layar TFT 24 bit (16 juta warna) pada 240x320 pixel begitu nyaman di mata karena permukaan layar tersaji dengan tajam dan detil. Tapi sayang tubuhnya yang mungil memaksa ukuran layar harus puas dengan diagonal hanya 2,2 inch.



Multimedia

Ada fasilitas kamera, musik, radio FM dan GPS yang masuk dalam kategori ini. Karena sudah 5 megapixel, fasilitas memotret menjadi elemen paling penting. Tidak seperti Nokia 5 mengapixel lainnya yang biasa dilengkapi optik jenis Carl Zeiss, 6700c hanya dipersenjatai jenis optik standar dengan lampu flash jenis LED.

Pada siang hari dengan pencahayaan mendukung, gambar hasil bidikannya di atas rata-rata hape berkamera standar umumnya. Kami lebih menyukai hasil foto yang dijepret dari jarak pendek, pada posisi ini kualitasnya kami kira tidak kalah oleh hape-hape dengan optik kenamaan. Sementara lampu penerangnya meski masih jenis LED ternyata mampu menghasilkan kilatan yang juga cukup banyak.

Pada urusan musik kita tidak bisa terlalu berharap pada hape bermotif batang ini. Tidak ada jack audio 3,5mm atau pun 2,5mm. Jadi headset akan tercolok pada lubang microUSB. Speakernya yang menempel di bodi belakang mampu mengeluarkan suara cukup keras tapi tentu saja tidak sebaik seri-seri Xpress Music.

Melalui headset kualitas audio ini menjadi lebih baik, tapi masih saja tidak sebaik hape-hape bergenre musik. Ini terasa pada treble dan bass-nya yang masih nanggung. Sementara fitur radio sudah didukung RDS dan stereo, tapi anehnya tidak bisa didengarkan tanpa headset, alhasil siaran radio tidak bisa didengarkan rame-rame melalui speaker.

Fitur GPS telah dilengkapi Nokia Maps jadi bisa langsung pakai. Selain mengandalkan pancaran satelit, fungsi navigasi disokong juga metoda assisted-GPS, pencarian lokasi dengan memanfaatkan sinyal dari operator. Tapi tentu saja cara kedua ini tidak gratis. Melalui beberapa percobaan yang kami lakukan untuk mendapatkan koordinat lokasi, 6700c memerlukan waktu 2 hingga 3 menit.



Internet dan Email

Anda boleh berharap banyak pada layanan online ini. Ada jalur HSDPA dengan lebar bandwidth 10/2 Mbps (uplink/downlink). Kkemudian aplikasi browser WebKit yang sudah mendukung format HTML dan minimap, layanan Ovi, facebook, myspace, youtube, flickr, dan sejumlah aplikasi pendukung online lainnya. Kami juga memuji layanan emailnya yang telah disokong oleh email client yang cukup mumpuni, dengan bermodal username dan password saja kita bisa mengaktivasi email dengan mudah.

Kembali lagi pada diagonal layar yang cuma 2,2 inch. Dengan ukuran ini membuka halaman HTML memang menjadi kurang nyaman, kami harus menggeser-geserkan kursor untuk melihat semua konten halaman situs. Tapi dalam urusan akses, hape ini memang sudah terasa cukup cepat, meski 10Mbps masih menjadi investasi masa depan karena harus menunggu kemampuan dari operator . (Uteng Iskandar)



Komparasi Sinyal:

LG KF750

Hape slider ini memiliki desain yang lebih premium. Bobotnya hampir sama dengan 6700c karena sebagian casingnya yang dibalut bahan metal dan carbon pada bodi belakang. KF750 mendukung juga HSDPA tapi sudah dilengkapi kamera depan untuk video call, sementara kamera utama yang juga berkekuatan 5 megapixel mampu merekam video pada kecepatan 120 fps.



Samsung U900-Soul

Samsung U900 yang juga mengunggulkan desain fisik dikonsep dengan aura elegan. Hape geseran ini mendukung juga hsdpa tapi dengan kapasitas bandwidth 7,2 Mbps. Kameranya sudah 5 megapixel tapi sayang fungsi rekam video-nya yang terbatas pada ukuran QVGA.

Jumat, 04 September 2009

LG GB106: Radio Praktis tanpa antena, Bersuara Nyaring


Desain & Layar

Sebagai hape berharga terjangkau, desainnya cukup enak dilihat. Berbahan plastik, warna hitam kelam menyelimuti sekujur badan hape, dengan bahan mengilat di bagian depan. Badan belakang diberi alur sehingga tak licin di permukaan halus.

Tombol keypad berbalur karet empuk berukuran besar, jarak antar tombol yang lega, membuat keypad terasa nyaman dipakai. Jari-jari tak akan terpeleset meski dipakai mengetik cepat.

Di bagian tengah ada tombol navigasi empat arah. Menariknya ada jalan pintas disini untuk mengakses radio FM, SMS, phonebook dan mengunci tombol. Alhasil, empat fitur utama yang paling dibutuhkan itu bisa dinikmati dengan cepat dan mudah.

Layarnya memang baru mendukung 65 ribu warna, resolusinya juga rendah hanya 128x128 piksel. Meski demikian, berkat pilihan jenis huruf dan ikon yang tepat, menu-menu dan SMS bisa tampil bagus. SMS bisa dinikmati dalam lima baris dengan jelas.



Radio & Speaker

Radio FM adalah fitur andalan hape ini. Dengan tombol khusus, radio bisa dinikmati dengan mudah dan cepat. Asyiknya, dengan antena internal, radio bisa aktif dengan jelas tanpa headset. Jika berada di pinggiran dan sinyal radio melemah, tancapkan saja kabel headset sebagai antena penguat.

Untuk mencari stasiun radio, juga mudah, lewat Options>Auto scan. Jika coocok, pilih Yes pada pesan Save This Station. Sesuai jumlah keypad yang ada, maka ada 12 stasiun radio yang bisa disimpan. Jika dari simpanan tersebut kurang pas sehingga radio terdengar kurang kurang bersih, maka frekuensi masih bisa disesuaikan dengan menggeser sedikit demi sedikit lewat tombol kanan-kiri navigasi. Ini yang biasa disebut Fine Tuning di perangkat radio biasa. Keras lemah volume radio, bisa diatur lewat tombol navigasi ke atas-bawah. Speaker bisa dipakai sebagai speakerphone saat percakapan.

Bagaimana suaranya? Karena tidak ada slot memori dan tidak ada pemutar musik, maka mutu suara dan speaker bisa dinikmati lewat radio FM dan ringtone poliponik. Untuk poliponik, suaranya jenrih dan keras, tak usah khawatir bakalan tidak terdengar saati di keramaian. Nah, untuk radio, suaranya ternyata juga keras, dengan nada treble dan nada tengah (vokal) yang kuat. Meski digeber ke volume tertinggi, suara umumnya juga tidak pecah, kecuali pada lagu-lagu yang punya bass kuat. Sayangnya, radio FM ini tak bisa didengarkan sebagai suara latar. Jadi jika ingin mengakses menu lain, misalnya SMS atau telepon, mesti keluar dulu dari radio.

Rabu, 26 Agustus 2009

Nokia 6303 Classic: Mempertahankan Eksistensi Nokia Classic


Lahir sebagai salah satu seri classic, Nokia 6303c sepertinya akan diposisikan sebagai penerus Nokia 6300 yang telah menuai sukses pada dua tahun terakhir. Sebagai penerus, 6303c ternyata masih setia dengan rupa yang sederhana dan tidak neko-neko. Ini bisa jadi membosankan. Tapi perhatikan sisi positifnya, karena Anda tidak perlu lagi pusing-pusing beradaptasi dengan tombol dan menu.

Sementara dalam hal adopsi teknologi Nokia 6303c ternyata belum juga dipersenjatai triji (3G). Ini akan menjadi tanya cukup besar ditengah gencarnya pemakaian internet begerak, apalagi di kelasnya telah hadir banyak pesaing yang sudah menawarkan jalur data lebih mumpuni (3G), bahkan Nokia sendiri sudah memiliki 5320 XpressMusic yang secara teknis memiliki cakupan teknologi lebih luas dan komplit.



Desain

Model ponsel ini adalah candy-bar dengan bahan casing dari metal, jadi perhatikan bobotnya yang cukup berat terutama bagi Anda yang selalu menyimpan ponsel dalam saku kemeja karena Nokia 6303c tidak menyediakan pengait untuk gantungan.

Nokia 6303c yang kami uji adalah full-black di mana sekujur bodinya dicat hitam tapi tidak mengilat. Dengan sekejap genggam saja Anda akan setuju bahwa Nokia 6303c adalah ponsel yang memiliki kesan kokoh dan cederung elegan ketimbang suasana ceria.

Dimensinya kami kira akan cukup ergonomis bagi ukuran telapak tangan orang-orang Asia, tidak terlalu besar, namun tidak juga mungil. Jika membandingkannya dengan Nokia 6300, maka bodi 6303c ini sedikit lebih lebar dan panjang, namun justru dengan ukurannya ini menggenggam 6303c menjadi terasa lebih pas dan mantap karena tidak licin.

Ketika memegangnya, sentuhan halus akan segera bersitatap dengan tangan Anda. Yang paling bakal Anda rasakan adalah pada bagian punggung (penutup baterai), bagian ini dibuat polos tanpa aksen pemanis. Dan sentuhan mulus ini kemudian diteruskan ke semua bagian muka, parit-parit antartombol, hingga sekeliling layar yang dibungkus kaca.

Anda yang sering ber-SMS atau mengirim email diponsel akan dimanjakan oleh Nokia 6303c yang memiliki tombol-tombol empuk dari plastik. Peletakan tombol-tombol ini masih mengadopsi skema standar layaknya model keypad kebanyakan, jadi jangan khawatir soal adaptasi. Disamping keypad angka, ada navigasi D-Pad di bawah layar. Tombol ini nantinya bakal memiliki banyak fungsi sebagai pemintas karena 6303c ternyata hanya dipersenjatai tombol cepat untuk volume dan tombol power yang menempel di kepala atas.

Satu lagi hal yang menurut menjadi nilai unggul fisik Nokia 6303c dibanding pendahulunya (Nokia 6300) adalah teknik rounding di mana setiap sudut dan sisi permukaan 6303c dibuat sedikit melingkar (tidak menyudut), berkat model ini perawakan ponsel menjadi tampak lebih hidup dan tidak monoton candy-bar.



Kamera

Fitur ini merupakan daya tarik lainnya pada 6303c. Dengan kapasitas 3,2 megapixel maka kameranya akan menghasilkan gambar pada resolusi 2048x1536 pixel. Sementara ukuran file hasil bidikan yang kami lakukan berkisar antara 1,5 MB hingga 2,7 MB (bergantung pada jumlah warna objek yang dibidik), untuk urusan ini kita bisa menyimpan hasil foto pada ruang memori internal sebesar 64MB dan sebuah kartu microSD sebesar 1GB.

Letak kameranya sendiri ada di bodi belakang pada bagian kepala, di sebelahnya ada lampu LED ganda. Kedua fasilitas ini tidak dilindungi penutup jadi kita dapat dengan mudah mendapatkan momen secepatnya, namun tentu saja Anda harus rajin-rajin membersihkannya ketika hendak memotret.

Salah satu kekurangan 6303c ini adalah tidak adanya tombol khusus kamera, jadi untuk menjangkau kamera harus melalui menu atau bila ingin gampang Anda dapat memanfaatkan salahsatu arah pada D-Pad sebagai pemintasnya.

Ketika fungsi kamera diaktifkan maka akan ditemukan banyak fasilitas memotret, tapi yang perlu digaris bawahi adalah fungsi autofocus. Fitur yang berguna untuk memfokuskan pada sebuah objek ini akan selalu aktif, dan yang menarik adalah cara penggunaannya yang sedikit unik. Tidak seperti pada umumnya, di mana otofokus yang bekerja pada setengah tekanan kedua (half-press), otofokus pada kamera 6303c akan bekerja setelah bidikan dilepas, jadi hanya ada satu bidikan pada kamera ponsel ini.

Tanpa lensa kelas atas, seperti Carl Zeiss yang biasa dipakai jajaran Nokia, kualitas foto yang dihasilkan 6303c tidak terlalu spesial, atau bernilai standar seperti ponsel lainnya yang bersenjatakan 3,2 megapiksel. Tapi pada objek dekat hasilnya cukup memuaskan karena tajam. Untuk lingkungan kurang cahaya, fungsi lampu LED cukup membantu meski tentu saja hanya bekerja optimal untuk objek-objek dekat saja



Multimedia

Ada fitur musik dan radio fm yang masuk dalam kategori ini. Hanya sayang tidak ada tombol khusus untuk menikmati keduanya, tapi ditemukan sebuah lubang 3,5 mm pada sisi bagian bawah. Ini menguntungkan karena lubang ini merupakan colokan standar untuk semua perangkat audio, jadi kita dapat dengan mudah menggantinya dengan headset dari merek yang sudah dipercaya memiliki kualitas baik.

Speakernya ada di bagian punggung, tepat di samping kamera. Menurut kami kualitas audio yang dihasilkannya sudah cukup baik, suara treble dan bassnya cukup padu, dan yang paling penting tidak cempreng meski volumenya tidak terlalu besar.

Fitur radio sudah mendukung stereo dan RDS yaitu fungsi untuk menampilkan informasi dari stasiun radio. Kemudian ada station directory, menu ini akan terhubung dengan internet dan berguna untuk mencari frekuensi sebuah stasiun radio di kota di mana Anda berada. Sementara jumlah stasiun radio-nya sendiri dapat Anda simpan hingga 20 nama.



Layar dan Antarmuka

Seperti yang bisa dilihat pada tabel spesifikasi, ponsel ini telah dipersenjatai layar jenis TFT berkekuatan 16 juta warna pada kedalaman resolusi 240x320 pixel. Dengan komposisi ini, tampilan tatap mukanya memang terasa tajam dan sejuk di mata. Kenyamanan ini kami rasakan pula ketika berselancar ke internet, dengan ukuran layar 2,2 inch, 6303c sangat cukup mumpuni dalam menampilkan halaman situs mobile (XHTML), namun memang terasa menjadi sempit untuk halaman full html, alih-alih kami harus menggerak-gerakkan kursor untuk melihat isi situs.

Pada sisi perangkat lunak, ponsel ini mengandalkan platform Seri 40 (S40) edisi keenam. Secara umum tata letak menu pada S40 ini tidak mengalami perubahan dibanding versi sebelumnya. Namun sistem aplikasi ini bekerja dengan responsif dan cukup menarik karena tampilan menu dan posisi ikon bisa kita personalisasi sekehendak hati. Secara default ada empat pilihan mode menu utaman yang disediakan 6303c yaitu List, Grid, Grid with Labels dan Tab, kemudian ada lima pilihan Tema (Themes) yang sudah tertanam di dalamnya.

Pada layar utama bisa ditampilkan Home Screen yaitu menu yang mengambang di layar seperti yang biasa kita temukan pada ponsel-ponsel pintar (smartphone). Ada empat baris menu (satu menu utama) yang bisa kita tampilkan disini. Dan melalui Pengaturan kita bisa mengganti isi dan susunan menu ini sesuai keinginan. Tertarik? Rupanya S40 edisi 6 ini belum juga mendukung multitasking penuh, jadi Anda tidak akan bisa menjalankan aplikasi Java seraya mengetik sms, tapi sudah bisa melakukan multitasking terbatas seperti musik dengan SMS bersamaan.



Email dan Internet

Hari gini siapa yang tidak kenal internet? Jangan khawatir karena Nokia 6303c ini sudah menyiapkan diri dengan segudang aplikasi untuk kebutuhan selancar di dunia maya. Langsung saja, di dalamnya Anda bisa menemukan aplikasi Flikr, Opera Mini, Ovi, dan Windows Live Messenger. Sementara web browser-nya sendiri pada S40 edisi 6 ini disinyalir telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan.

Seperti yang sudah disinggung di depan, kekurangan Nokia 6303c ini adalah minus triji, jadi akses ke internet akan bertumpu pada mode EDGE dan GPRS saja. Celah ini perlu diperhatikan bagi Anda yang membutuhkan fasilitas panggilan video. Namun bila hanya sekedar browsing-browsing di ponsel apalah beda nilai selisih GPRS dengan triji. Asalkan bisa konek, kami kira bandwidth yang didapat tidak akan terlalu berselisih jauh.


Pengaturan email dapat dilakukan dengan cukup sederhana karena disediakan panduan dalam bentuk wizard. Ini hanya berlaku untuk layanan email ternama semisal Gmail atau Yahoo. Di sini parameter-parameter email (POP dan SMTP) akan dieksekusi otomatis oleh sistem dengan menelusurinya ke internet. Jadi dengan bermodal akun (username) dan kata kunci (password) saja kita dapat menikmati email langsung di genggaman tangan. Namun untuk email skala enterprise seperti email kantor kita harus melakukannya secara manual, artinya kita harus mengetahui pengaturan POP dan SMTP.

duta pulsa

 

Latest GSM News - New Phones

BerryReview.com

New GSM

Tips trick servis ponsel

QUANTUM KEMIRI Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template